Mengapa Kita Harus Belajar Survival Swimming?

Yuk mari kita luangkan sedikit waktu untuk memahaminya….

Secara geografis wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, sebagai negara
kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, di mana hanya sekitar
7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau
utama di Indonesia.

Berdasarkan statistik aset kewilayahan nasional, luas wilayah perairan Indonesia
mencapai 5,9 juta km2 termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dengan rincian luas kepulauan 2,8
juta km2, luas laut teritorial 0,4 km2, serta klaim atas Landas Kontinen di luar 200 mil seluas 3500
km2 di sebelah barat Aceh.

Itu artinya sangat ideal kita sebagai penghuni/penduduk di negara yang memiliki perairan
yang sangat luas untuk beradaptasi dengan lingkungan. Pada dasarnya manusia dituntut oleh
alam untuk beradaptasi di lingkungan diamana kita hidup, suka atau tidak fakta memang
demikian.

Apa sih Survival Swimming ini??

Cara berenang Ini termasuk belajar mengapung, mengendalikan pernapasan, dan
berenang menuju tempat aman. Tujuan utamanya adalah mencegah tenggelam dengan
membekali anak-anak dengan teknik penyelamatan diri. Tujuannya bukan untuk perlombaan atau prestasi, namun lebih ke pertahanan alami manusia untuk mempertahankan hidupnya pada
kondisi terancam seperti tenggelam, terbawa arus, terbawa buih atau ombak.

Kondisi ini pernah terjadi pada almarhum Eril (anak dari Ridwan Kamil) di beberapa tahun
lalu, Eril hobi berenang, diving (menyelam) bahkan dia pernah ikut perlombaan renang, namun
perlu diingat bahwa Eril belajar pada kondisi di kolam tanpa buih, tidak ada arus dengan berbagai
gaya karena untuk kebutuhan prestasi/lomba. Nah, di alam bebas tidak dapat diatasi dengan
seperti itu. Dia korban dari Sungai Aare, Swiss, Sungai yang terlihat indah dan menakjubkan
namun perlu diwaspadai, tidak dapat semua orang berenang disungai itu, ada bulan-bulan
tertentu oleh pemerintah lokal setempat untuk bisa digunakan berenang.

Perlu pemahaman khusus Dimana setiap Sungai memiliki sifat dan ancaman arus yang
berbeda. Itulah yang disebut dengan kecerdasan beradaptasi pada lingkungan.
Cara pandangnya begini : Yang menjadi ancaman bukan sungainya, tetapi arus, hewan
buas di air, atau sifat bencana. Sebagia tindakan Preventif.

Apa manfaat dan hubungannya latihan Survival Swimming untuk praktisi beladiri??

Pada dasarnya secara prinsip antara beladiri dan berenang adalah sama, yaitu bagaimana
cara bertahan hidup dan mempertahankan diri dari ancaman langsung maupun tidak langsung.
Survival Swimming suatu keterampilan berenang yang mengutamakan pada kebutuhan
mempersiapkan diri dari ancaman bencana, adaptasi lingkungan dan kecelakaan air seperti
terhempas gelombang, arus sungai atau laut (kita bisa flashback pada kejadian seorang anak
Gubernur Jawa Barat yaitu Eril). Kemampuan ini sangat ideal dimiliki oleh atlet atau praktisi
beladiri, sebab dirinya membawa aset berharga berupa karir atlet, kepercayaan official team, dan
masa depan. Jadi dapat disimpulkan bahwa beladiri tidak dapat mengatasi saat kita tenggelam.
Namun bila seseorang dengan mempelajari Survival Swimming maka keahlian akan menjadi
kompleks dan kompeten yang melengkapi.

Berikut ini saya akan jelaskan manfaat Survival Swimming bagi atlet beladiri atau praktisi
beladiri

1. Meningkatkan daya tahan tubuh secara fisik dan mental;
2. Meningkatkan kemampuan kognitif dan instinc;
3. Mencegah tremor (kepanikan) pada saat atlet akan bertanding;
4. Meningkatkan kecerdasan emosional;
5. Merangsang pertumbuhan dan koordinasi otot (refleks, keseimbangan power, agility);
6. Menumbuhkan naluri alami sebagai manusia (ingin selamat, ingin bisa, ingin
mempertahankan diri dari ancaman);
7. Membantu meningkatkan vo2max (Vo2Max : adalah angka yang menunjukkan kebugaran
kardiorespiratori, yaitu angka oksigen yang ada dalam darah meliputi semua fungsi sel
jantung, paru-paru, peredaran darah, dan otot yang bekerja mandiri dalam tubuh.)

Usia berapa kita dapat melakukan Survival Swimming?

Survival Swimming tidak sesulit latihan seperti renang regular (gaya bebas, gaya
punggung, gaya kupu-kupu, dll). Survival Swimming lebih menekankan bagaimana cari kita
mengapung tanpa membuang energi atau tenaga. Mengapung dengan mengandalkan sifat air itu
sendiri. Dengan Teknik Curl, Floating, Refleks. Berenang ini dapat dilakukan mulai usia balita 3 tahun, Usia Dini, Remaja, Dewasa. Survival Swimming untuk dewasa biasa digunakan pada kurikulum pendidikan Militer, Kepolisian, BNPB, Damkar, Underwater welder, dan profesi-profesi lainnya yang memiliki resiko tinggi.

 

Artikel ditulis oleh : Zaenal A. Firdaus, S.Sos.

Picture of Pro elite Pencak Silat Championship

Pro elite Pencak Silat Championship

Pengembangan karakter dan prestasi generasi melalui seni bela diri Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa.